Pasukan Suriah beserta sekutu perjuangannya berhasil merebut kendali persimpangan jalan strategis yang mengarah ke utara kota Raqqah, benteng utama kelompok teror Daesh Takfiri.
Jumat 10 Juni 2016 keberhasilan merebut kembali jalur persimpangan menandai pertama kalinya kemajuan pasukan Suriah di utara-tengah Provinsi Raqqah Suriah.
Sabtu pekan lalu, pasukan Suriah untuk pertama kalinya memasuki wilayah provinsi Raqqa sejak 2014, ketika Daesh meluncurkan kampanye teror di negara Arab itu.
Dikuasainya kembali persimpangan, yang juga mengarah ke kota Tabqa,,kota lainnya yang juga dikuasai Daesh di provinsi Raqqah, adalah klimaks dari dorongan pasukan Suriah selama seminggu dengan perlindungan payung udara dari jet tempur Rusia.
Kelompok monitoring berbasis di London yang menyebut Observatorium untuk Hak Asasi Manusia di Suriah, mengatakan pasukan Suriah sekarang 15 kilometer (9 mil) dari Tabqa, atau terletak sekitar 50 kilometer (30 mil) barat kota Raqqah.
Pasukan Suriah mengatakan sejumlah besar teroris tewas selama penaklukan Jumat 10 Juni. monitor menyebutkan korban tewas di antara militan Daesh sekitar 80.
Secara terpisah, Pasukan dari faksi Demokratis Suriah (SDF), yaitu koalisi pejuang Kurdi dan Arab, sedang bergerak ke arah Manbij, kota lain di Provinsi Raqqah dekat perbatasan Turki.
Pada hari Kamis, pasukan SDF berhasil memotong jalur pasokan utama Daesh ke dan dari Turki setelah mengepung Manbij
Namun kelompok pemantau itu mengatakan kemajuan SDF sangat lamban.
Raqqah, berada di tepi utara Sungai Efrat, sekitar 160 km sebelah timur Aleppo, diserbu oleh Takfiri teroris pada Maret 2013, dan pada tahun 2014 Daesh memproklamasikan sebagai pusat bagi sebagian besar tugas-tugas administrasi dan pengawasan teroris '.
Potensi untuk merebut kembali Raqqah di Suriah juga kota Mosul di utara Irak dipandang sebagai pukulan telak bagi Daesh.
Tentara Irak juga mengumpilkan tank dan pasukan di selatan Mosul, dalam persiapan untuk serangan yang direncanakan akhir tahun ini untuk merebut kembali kota terbesar di bawah kendali teroris
Pasukan Irak juga menggerakkan tank- tank mereka beserta sejumlah besar personil di selatan Mosul, dalam persiapan untuk serangan yang direncanakan akhir tahun ini untuk merebut kembali kota terbesar Irak dari penguasaan teroris Daesh.
Dodo Aditya.
Sumber: Press TV
