Anggota kelompok teroris Takfiri Daesh dilaporkan membakar hidup-hidup 19 gadis belasan tahun asal etnis Kurdi di Mosul utara Irak.
Aktivis lokal Abdulla al-Malla mengatakan kepada kantor berita Kurdi ARA News bahwa teroris Daesh mengunci 19 gadis beragama Izadi di kandang besi di pusat kota Mosul, yang terletak sekitar 400 kilometer (248 mil) utara ibukota, Baghdad, dan membakar mereka sampai mati di depan ratusan orang setelah korban menolak untuk melayani sebagai budak seks.
"The 19 gadis dibakar sampai mati, sementara ratusan orang yang menonton. Tidak ada yang bisa melakukan apa apa untuk menyelamatkan mereka, "kata seorang saksi mata yang tak bersedia disebut namanya.
Juru bicara Partai Demokrat Kurdistan (KDP) di Mosul, Saeed Mamouzini, mengatakan pada akhir April bahwa teroris Daesh telah membunuh 250 perempuan di Mosul karena menolak untuk dinikahkan dengan anggota teroris.
Pada tanggal 4 September, 2015, Teroris Daesh membawa puluhan wanita non-Irak ke Mosul untuk dijadikan sebagai budak seks menyusul perintah oleh pemimpin kelompok teroris, Ibrahim al-Samarrai alias Abu Bakr al-Baghdadi.
Pada tanggal 15 Agustus tahun itu, militan Daesh mengeksekusi 15 perempuan di pangkalan militer Ghatlani, yang terletak di dekat Mosul, setelah korban menolak untuk menikah dengan para teroris. Para teroris telah mengeksekusi 19 perempuan di Mosul dengan alasan yang sama bulan sebelumnya.
Hana Nawafili, juru bicara Observatorium Irak untuk Pertahanan dan kebangkita Perempuan, mengatakan kepada kantor berita berbahasa Arab al-Maalomah pada 18 Juli 2015 bahwa teroris Daesh telah memperkosa tujuh penduduk perempuan dari kota Fallujah dan kemudian membunuh mereka.
Bagian utara dan barat Irak telah dilanda kekerasan mengerikan sejak teroris Daesh melancarkan serangan di negara itu pada Juni 2014.
Para teroris telah melakukan kejahatan keji terhadap semua kelompok etnis dan agama di Irak, termasuk Syiah, Sunni, Kurdi, Kristen Yazidi Izadi dan lain-lain.
Militer Irak bersama-sama dengan para pejuang dari unit Mobilisasi Populet telah terlibat dalam operasi untuk membebaskan wilayah dikuasai teroris.
Dodod Aditya.
Sumber: Press TV
