• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu

Tradisi Baca Buku dengan Anak sebelum Tidur, Makin Punah

Follow @GALABERITA
Category Category: GAYA

Apakah Anda salah satu orangtua yang masih membacakan buku cerita dengan anak sebelum waktu tidur? Sebab, menurut studi, tradisi kuno tetapi manis tersebut, sekarang sudah mulai punah, terutama pada para orangtua muda. Alasannya, rasa percaya diri saat membacakan buku untuk anak menjadi permasalahan utama.


Berdasaran survei yayasan amal, Booktrust, terhadap 1000 orangtua, ditemukan bahwa pasangan suami istri muda dengan kisaran usia 16 hingga 24 tahun, memiliki rasa percaya diri yang rendah ketika membacakan buku untuk anak-anak mereka.

Survei menunjukkan hanya 28 persen orangtua berusia muda yang memiliki ritual membaca buku bersama anak sebelum waktu tidur malam. Angka tersebut cenderung rendah dibandingkan 42 persen orangtua berusia matang yang membacakan buku untuk anak. 

Menurut laporan survei, kondisi buruk ini jelas terlihat pada kaum ayah yang berusia di bawah 25 tahun. Sebab, hanya 19 persen yang mengaku masih membacakan buku untuk anak.

Sementara itu, ayah yang berusia lebih dari 25 tahun hingga 55 tahun, sebanyak 78 persen mengatakan bahwa mereka terus membudayakan tradisi membaca sebelum tidur pada anak-anak. 

Viv Bird, Chief Executive di Booktrust mengatakan bahwa hasil survei memperlihatkan masalah utama para ayah muda ini adalah rasa percaya diri yang rendah. 

“Umumnya, para orangtua yang masih muda ini mengalami degradasi kepercayaan diri mengenai masalah pola asuh anak, termasuk membaca dan tidak semangat membangun hubungan yang berkualitas dengan anak,” jelas Laureate Katrice Horsley, seorang story teller profesional yang bekerjasama dengan Booktrust.

Hasil survei ini, kata Bird, sangatlah mengkhawatirkan. Pasalnya, menurut bukti yang dipublikasikan oleh Child’s Poverty Strategy memperlihatkan bahwa membacakan buku untuk anak menciptakan lingkungan rumah dan keluarga yang positif.

Hal tersebut sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Sebab, anak yang bodoh akan tumbuh menjadi orang dewasa yang bodoh. 

“Anak yang rutin dibacakan buku sebelum tidur oleh orangtua, dia memiliki pengetahuan 12 kali lebih baik saat memulai sekolah. Lalu, mereka yang dibacakan buku sebanyak dua hingga tiga kali per minggu, memiliki pengetahuan enam kali lebih luas,” terang Bird.

Lusina / Mother and Baby via Kompas

S H A R E
Follow @GALABERITA
DeliciousSave this
  • You are here:  
  • GALABERITAarrow
  • NEWSarrow
  • SPORTarrow
  • Profil Komunitas Perusuh Sepak Bola dalam kompetisi di Rusia

Profil Komunitas Perusuh Sepak Bola dalam kompetisi di Rusia

Powered by Helix
Copyright © GALABERITA 2016 Vina Junies. All Rights Reserved.Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates

Valid CSS!

Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
    • OPINI
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
    • BeritaSatu