• Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
  • TV
    • CNN
    • RTNEWS
    • DW
    • ALJAZEERA
    • TVONE
    • METROTV
    • KOMPASTV
    • CCTV AMERICA
    • NHK WORLD
    • EURONEWS
    • I-NEWS
    • NET
    • FASHIONTV
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • SPORT
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    • GAYA
    • PSIKOLOGI & KESEHATAN
    • PERSONA
    • RILIS
    • FEATURES
  • TV
    • CNN
    • RTNEWS
    • DW
    • ALJAZEERA
    • TVONE
    • METROTV
    • KOMPASTV
    • CCTV AMERICA
    • NHK WORLD
    • EURONEWS
    • I-NEWS
    • NET
    • FASHIONTV
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC

Matador Profesional Tewas Diseruduk Banteng

Tanpa Sengaja, Penyelam Temukan 2 Ribu Uang Koin Emas

Apakah Brexit Bakal Memengaruhi Premier League di Inggris?

Category Category: SPORT
APLIKASI ANDROID

Inggris keluar dari Uni Eropa, maka pesepak bola dari negara Uni Eropa yang berlagai di Premier League tidak lagi mendapatkan kemudahan seperti sebelumnya.


Pertanyaan besar langsung terkait dengan nasib liga sepak bola terakbar di Inggris, Premier League. Apakah langkah yang populer disebut Brexit tersebut bakal berdampak buruk terhadap Premier League? Kekhawatiran jelas muncul karena setelah melepaskan diri dari Uni Eropa, para pemain dari negara Uni Eropa yang berlaga di Premier League tidak lagi mendapatkan kemudahan seperti sebelumnya.

Saat UK masih tergabung dengan Uni Eropa, para pemain itu mudah saja bergabung ke klub-klub Premier League. Tidak ada persyaratan sulit yang mesti dipenuhi untuk bekerja sebagai pesepak bola profesional di Inggris. Pasalnya, salah satu prinsip besar dalam Uni Eropa ialah menghilangkan “batasan dan sekat” sehingga penduduknya bisa bekerja dan tinggal di sesama negara anggotanya.

Karena UK tidak lagi menjadi anggota Uni Eropa, maka para pesepak bola tersebut mesti memenuhi persyaratan seperti orang dari negara Non-Uni Eropa. Hal itu dibutuhkan untuk mendapatkan izin bekerja di Inggris.

Syaratnya tidak mudah. Ambil salah satu poin yang bisa menjadi dasar acuan mendapat izin bekerja untuk pesepak bola di Inggris. Si pesepak bola mesti memperkuat tim nasionalnya berlaga di kompetisi resmi di bawah naungan FIFA atau konfederasi sepak bola tempat negaranya bernaung dalam jumlah persentase tertentu.

Ini yang menjadi masalah. Football Association (FA) mendasarkan perhitungan persentase jumlah main berdasarkan pencapaian sebuah negara dalam ranking FIFA setahun terakhir. Jumlah pesentase main pun semakin besar untuk pemain dari negara dengan ranking yang makin rendah. Untuk negara yang masuk ranking 1 sampai 10, dibutuhkan 30 persen kali tampil. Sementara untuk negara dengan ranking 31 sampai 50, si pemain diwajibkan berlaga dalam 75 persen pertandingan timnasnya.

Hal itu tentu bukan syarat yang gampang dipenuhi. Si pemain mesti mesti harus tampil baik dulu dan menembus timnas negaranya untuk bisa berlaga di Inggris. Ini ditakutkan bakal mempersulit kehadiran para pemain dari berbagai negara untuk meramaikan Premier League.

Selain itu, jika benar-benar diterapkan, berdasarkan data pada musim 2015-16, Guardianmelaporkan setidaknya ada 36 pemain Premier League yang tidak memenuhi persyaratan izin kerja. Mereka pun bukan nama-nama sembarangan karena ada pemain populer seperti Kurt Zouma, César Azpilicueta, Héctor Bellerín, Francis Coquelin, David de Gea, Juan Mata, Morgan Schneiderlin, Anthony Martial, Jesús Navas, Samir Nasri, Simon Mignolet, hingga Dimitri Payet.

Celah dalam Izin Kerja Pesepak Bola

Akan tetapi, pengaruh yang ditakutkan akibat Brexit tampaknya tidak akan terlalu besar bagi Premier League. Sebab, masih ada celah yang dapat ditembus oleh para pemain yang ingin berlaga di Inggris. Caranya mereka mesti mendapatkan akreditasi dari badan disebut oleh Exceptions Panel yang dibuat oleh FA.

Exceptions Panel membuat daftar persyaratan dengan sejumlah poin tertentu. Si pemain mesti meraih poin lebih dari empat agar bisa mendapatkan izin kerja. Salah satu isi persyaratan dengan nilai tiga poin adalah nilai transfer pesepak bola harus berada dalam 25 persen nilai total transfer klub Premier League dalam dua musim transfer terakhir.

Daftar persyaratan tersebut jelas lebih mudah dipenuhi oleh para pesepak bola luar UK untuk berlaga di Premier League. Tentu saja mereka juga mesti rela membayar biaya administrasi yang mencapai 5 ribu poundsterling (sekitar Rp92 juta). Namun, jumlah itu bukanlah masalah besar untuk klub-klub Premier League.

Belum lagi, hampir dipastikan tekanan dari Premier League untuk lebih melunakkan aturan akan besar. Pasalnya, Premier League sudah menjadi industri raksasa di Inggris yang mendunia. Tentu saja mereka tidak mau Brexit membuat gebyar Premier League bakal menurun.

Satu-satunya problem yang mungkin akan dirasakan klub Inggris akibat Brexit ialah betapa sulit untuk menggaet pemain dalam usia muda. Aturan di Inggris melarang perekrutan anak di bawah usia 18 tahun bekerja secara profesional di negerinya. Hal ini bakal membuat klub-klub di Premier League bakal sulit mencari bakat belia dari luar negeri untuk dididik di klubnya seperti kisah perekrutan Francesc Fabregas oleh Arsenal pada zaman dulu.

Akan tetapi, hal ini malah bisa menjadi keuntungan bagi FA. Mereka berkesempatan untuk memberi peluang bagi bakat-bakat belia negerinya untuk tampil. Saat ini, harus diakui, pemain-pemain Inggris malah semakin tersisih dari Premier League.

Alhasil, bisa dibilang, dampak Brexit bagi Premier League tidak akan terlalu besar. Setidaknya jika hal itu terkait dengan nasib para pemain senior asing yang berlaga di sana.


Asis Budhi Pramono / National Geographic

  • Prev
  • Next
  • Homearrow
  • NEWSarrow
  • NASIONAL
Powered by Helix
Valid XHTML and CSS
Joomla! 3 Templates
Goto Top
  • Home
  • NEWS & FEATURES
    • NASIONAL
    •  
    •  
    • ENTERTAINMENT
    • SAINSTEKNO
    •  
    •  
    •  
    •  
    • FEATURES
  • TV
    • CNN
    • RTNEWS
    • DW
    • ALJAZEERA
    • TVONE
    • METROTV
    • KOMPASTV
    • CCTV AMERICA
    • NHK WORLD
    • EURONEWS
    • I-NEWS
    • NET
    • FASHIONTV
  • LINK
    • DETIK
    • TEMPO
    • KOMPAS
    • DW
    • BBC
    • VOA
    • YOUTUBE
    • NATIONAL GEOGRAPHIC