Menyusul keributan yang dilakukan oleh pendukung Persija Jakarta yang dikenal sebagai The Jakmania saat laga persija lawan Sriwijaya FC terpaksa harus dihentikan pada menit 81 dengan skore 0-1 untuk kemenangan Seiwijaya FC karena terjadi kerusuhan serius antara The Jakmania dengan polisi.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, PT Gelora Trisula Semesta, Polda Metro Jaya, PSSI, dan manajemen Persija Jakarta, di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga merekomendasikan larangan bagi Pendukung Persija Jakarta, The Jakmania,datang atau menonton langsung semua pertandingan Persija hingga akhir kompetisi Torabika Soccer Championship.
Tidak hanya memberikan larangan kepada Jakmania mendukung tim kebanggaannya, rapat itu juga memutuskan Persija tidak boleh mendapatkan dukungan suporter selama enam pertandingan kandang dan tandang sejak 3 Juli.
"Suporter Jakmania dilarang hadir sampai akhir kompetisi," kata Nahrawi.
"Kompetisi tetap berlanjut, tapi kedepannya harus ada evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan," kata dia.
Sementara itu, Presiden Persija, Ferry Paulus, memutuskan menerima sanksi dari pemerintah karena sanksi yang diberikan merupakan kesepakatan dari semua pihak. "Hukuman enam pertandingan cukup adil. Yang jelas pembinaan terhadap suporter harus terus digalakkan," katanya, usai pertemuan.
Dodik Suprianto



