Pihak berwenang Turki mengatakan di antara 36 korban tewas sejauh ini dalam serangan di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, Turki, terdapat warga negara Iran dan Rumania.
Mereka terus melakukan identifikasi terhadap jenazah-jenazah yang telah dibawa ke rumah sakit menyusul serangan bom bunuh diri dan senjata api pada Selasa (28/06) malam waktu setempat.
Arab Saudi sebelumnya menyatakan sedikitnya tujuh warga negaranya mengalami luka-luka dalam serangan itu.
Menurut para pejabat, lebih dari 140 orang mengalami luka-luka, sebagian dalam kondisi serius.
Serangan di bandar udara ini mendapat kecaman dari seluruh penjuru dunia.
Seorang juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan Amerika Serikat mengecam serangan itu sekeras-kerasnya. Lebih lanjut dikatakannya bahwa serangan di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul, serupa dengan serangan di Bandara Brussels pada Maret tahun ini.
REUTERS
AFP
Earnest berkata kedua airport merupakan simbol koneksi internasional dan simpul yang mengikat bangsa-bangsa.
Sekjen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg, mengecam serangan dan menekankan bahwa 'tak ada pembenaran bagi terorisme'.
Turki tercatat sebagai anggota NATO sejak 1952.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan belasungkawa kepada para keluarga korban.
"Kami menyampaikan belasungkawa, simpati kepada para korban serangan teroris yang terjadi kemarin," kata Putin di Moskow pada Rabu (29/06).
Tiga orang diketahui sebagai pelaku serangan. Mereka melepaskan tembakan di dekat akses masuk ke terminal dan meledakkan diri setelah polisi menembaki mereka.
