Di tengah ketegangan hubungan AS-Iran yang masih berlangsung, Menteri Luar Negeri AS John Kerry tiba-tiba saja berkomentar yang tidak biasanya yaitu justru memuji peran Republik Islam Iran yang sangat "membantu" dalam misi bersama untuk membasmi kelompok teror yang mengklaim sebagai Negara Islam di Irak.
Ketika berada di Festival gagasan Aspen di Colorado, ditanya apakah pengaruh Iran di Irak "lebih bermanfaat atau lebih berbahaya" , Kerry memberi respon tak terduga.
"Dengar, kita memiliki tantangan dengan Iran seperti semua orang tahu dan kita bekerja pada tantangan-tantangan," kata Kerry kepada wartawan. "Tapi saya akan memberitahu anda bahwa Iran di Irak dengan cara sendiri sangat membantu, dan mereka jelas terfokus pada ISIL-Daesh [IS, sebelumnya ISIS / ISIL], dan jadi kami sebenarnya memiliki kepentingan bersama," tambahnya.
Hal ini disertai dengan penilaian dari utusan AS Brent McGurk, untuk perang melawan IS, yang mengakui bahwa peran Iran di Irak positif, meskipun ada pandangan bahwa pasukan Syiah yang didukung oleh Iran dan beroperasi di Irak tidak semua setia pada kepentingan bersama dan beberapa ada kecenderungan untuk melakukan "kenakalan". McGurk mengklaim bahwa "sekitar 15-20%" dari pasukan mereka "punya masalah fundamental."
Kekuasaan negara Islam semakin berkurang di Irak, khususnya di provinsi Anbar yang bergolak, di mana upaya yang dikoordinasikan oleh pasukan darat Irak dan kekuatan udara Amerika telah melemah. Namun, menurut NY Times, AS dan Irak juga menyebarkan laporan yang belum dikonfirmasi bahwa milisi yang didukung Iran sedang melakukan penculikan dan pembunuhan di Fallujah yang didominasi Sunni.
Amerika percaya bahwa kerjasama antara Teheran dan Washington hanya bisa berlangsung dalam batas pertempuran melawan apa yang diklaim IS, masing-masing punya tujuannya sendiri-sendiri. AS juga menuduh Iran hanya membantu Amerika di Irak tapi secara diam-diam mengamankan rute ke sekutunya di Suriah.
Pemerintahan Obama saat ini terpecah pada beberapa permasalahan kunci tentang Republik Islam Iran Departemen Keuangan AS dan Departemen Luar Negeri sedang berselisih dalam menentukan berapa banyak dukungan dana yang dibolehkan bagi Iran sebagai haknya menyusul kesepakatan nuklir baru-baru ini. Departemen Keuangan mengawasi sanksi terhadap Teheran, namun Kerry sendiri tampaknya menjadi pendukung memperkenalkan Iran kembali ke sistem keuangan AS.
Pada bulan Mei, Kerry mengatakan bahwa bisnis Eropa tidak harus menggunakan sanksi AS terhadap Iran sebagai alasan untuk tidak melakukan bisnis dengan Republik Islam, ternyata membuat beberapa pejabat Departemen Keuangan AS "marah besar," menurut sumber Kongres yang tak bersedia disebutkan namanya berbicara kepada Washington Free Beacon
Pujian Kerry kepada Iran muncul tak lama setelah Angkatan Laut AS memecat komandan kedua akibat insiden internasional pada bulan Januari ketika Angkatan Laut AS memasuki perairan Iran dan ditangkap selanjutnya ditahan oleh Angkatan Laut Iran
Dodo Aditya. Sumber: RT
