Berikut Kumpulan Ayat-ayat Al-Qur’an yang Memerintah untuk Saling Tolong Menolong, Simak!

  • Whatsapp
Ayat-ayat Al-Qur’an yang Memerintah untuk Saling Tolong Menolong

Sebagai mahluk yang diberikan akal dan hati, tentu manusia adalah mahluk yang sempurna. Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk saling menghormati, tolong menolong, dan sebagainya. Dalam agama Islam sendiri hal-hal tersebut telah diperintahkan dalam beberapa ayat yang ada. Hanya saja kita sering sekali untuk mengamalkannya.

Maka dari itu kali ini kami akan memberikan informasi seputar ayat-ayat Al Quran yang memerintah untuk saling tolong menolong, simak sebagai berikut.

1. Al-Maidah Ayat 2

Yaaa aiyuhal laziina aamanuu laa tuhilluu sha’aaa ‘iral laahi wa lash Shahral Haraama wa lal hadya wa lal qalaaa’ida wa laa aaammiinal Baital Haraama yabtaghuuna fadlam mir Rabbihim wa ridwaanaa; wa izaa halaltum fastaaduu; wa laa yajrimannakum shana aanu

Artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridhaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (Q.S Al-Maidah: 2).

Baca Juga: Surat Al Imran Ayat 3

2. Al-Kahfi Ayat 95

Qāla mā makkannī fīhi rabbī khairun fa a’īnụnī biquwwatin aj’al bainakum wa bainahum radmā

Artinya:

Dia (Zulkarnain) berkata, “Apa yang telah dianugerahkan Tuhanku kepadaku lebih baik (daripada imbalanmu), maka bantulah aku dengan kekuatan, agar aku dapat membuatkan dinding penghalang antara kamu dan mereka. – (Q.S Al-Kahfi: 95)

3. Al-Qashas Ayat 34-35

Wa akhī hārụnu huwa afṣaḥu minnī lisānan fa arsil-hu ma’iya rid`ay yuṣaddiqunī innī akhāfu ay yukażżibụn

Qāla sanasyuddu ‘aḍudaka bi`akhīka wa naj’alu lakumā sulṭānan fa lā yaṣilụna ilaikumā bi`āyātinā, antumā wa manittaba’akumal-gālibụn

Artinya:

Dan saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripada aku, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku. Sesungguhnya aku khawatir mereka akan mendustakanku.” (34) Dia (Allah) berfirman, “Kami akan menguatkan engkau (membantumu) dengan saudaramu, dan Kami berikan kepada kamu berdua kekuasaan yang besar, sehingga mereka tidak akan dapat mencapaimu. (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamu yang akan menang.” (35) – (Q.S Al-Qashas: 34-35)

4. Thaha Ayat 29-32

Waj’al lī wazīram min ahlī Hārụna akhī Usydud bihī azrī Wa asyrik-hu fī amrī

Artinya:

Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku, (29) (yaitu) Harun, saudaraku, (30) teguhkanlah kekuatanku dengan keberadaannya, (31) dan jadikanlah dia teman dalam urusanku, (32) – (Q.S Thaha: 29-32)

5. Al-Fath Ayat 29

Muḥammadur rasụlullāh, wallażīna ma’ahū asyiddā`u ‘alal-kuffāri ruḥamā`u bainahum tarāhum rukka’an sujjaday yabtagụna faḍlam minallāhi wa riḍwānan sīmāhum fī wujụhihim min aṡaris-sujụd, żālika maṡaluhum fit-taurāti wa maṡaluhum fil-injīl, kazar’in akhraja syaṭ`ahụ fa āzarahụ fastaglaẓa fastawā ‘alā sụqihī yu’jibuz-zurrā’a liyagīẓa bihimul-kuffār, wa’adallāhullażīna āmanụ wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti min-hum magfirataw wa ajran ‘aẓīmā

Artinya :

adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (Q.S Al-Fath: 29).

Nah itulah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan seputar agama Islam.

Related posts